Friday, September 10, 2021

Perintilan Remeh Memulai Usaha Dari Nol


Halo, apakabar?

Kalau kita sering scroll social media, pasti deh di salah satu post yang lewat adalah posting tentang NEWBIE CRAZY RICH. Yang gimana sih? ya salah satunya pengusaha-pengusaha muda yang kadang sharing tentang bisnisnya, kadang tentang kesehariannya, yang bikin ngiler juga untuk memotivasi kita ayo jadi pengusaha. 

Sebenernya jadi apapun, perlu rencana. Bekerja di kantor milik orang lain aja kita perlu rencana. Gimana ritme kerja, harus dateng jam berapa, pulang jam berapa, desc jobnya apa, dll.

Begitupun dengan jadi pengusaha. Terus gimana cara memulai usaha dari nol? Ya daripada bikin plan mengawang-awang di udara, coba sok ditulis di kertas semua ide kita. 

Udah tertuang di kertas? Coba sharing dengan orang lain, mungkin ada poin yang kita lewatkan. Lalu?

Siapa yang berniat memulai usaha dari nol namun maju mundur cantik karena ga Pede? Saran saya, MAJU AJA TERUS, MULAI USAHANYA, MULAI BISNISNYA.

Kalo kata marketplace yang itu, Mulai Aja Dulu. Karena kalo ga mulai-mulai ya kita ga bakalan tau apa aja sih kendala dan solusinya. 

Kali ini saya mau bahas perintilan saat mau memulai usaha, yang kelihatannya remeh tapi ternyata penting. PERINTILAN ya, bukan inti seperti Modal :D. Menurut saya, modal itu wajib ada.

Apa aja sih Perintilan Memulai Usaha Dari Nol, coba cek di bawah, apakah kamu sang calon CRAZY RICH MAN udah memikirkannya?

1. Logo

Tentukan nama Toko, Kemudian buat logonya. Kalau susah desain, banyak kok logo maker gratisan di sejagad Maya google, bisa dimanfaatkan. Kalau ga ada yang cucok juga, ya udahlah pake inisial nama Toko, ganti-ganti aja Jenis fontnya. 

Bagusnya logo hanya berupa lambang dan namanya. Jadi kalo orang ga ngeh apa arti lambangnya, orang bisa ngerti dengan baca namanya. 

Big no ya disumpel-sumpelin nomor telepon, Dan alamat toko atau apalah. 



2. Spanduk.

Penting ga sih? Ya penting dong. Spanduk itu ibarat pengumuman kalo kita melebarkan sayap, melakukan ekspansi bisnis (tsaaaelaaa). Minimal, dipasang di tempat usaha kita sebagai KARTU NAMA BESAR atau penanda supaya orang ngeh, ohh ada yang jual ini disini. Kisaran harga cetaknya di tempat digital print sebesar Rp. 25.000,-/meter persegi. Kalau kita ga bisa desain, di tempat digital printing menyediakan jasa desain kok, start dari Rp. 20.000/desain. 

Isi spanduk : Nama Toko, apa barang dagangannya, alamat toko, kontak (no hp), sosmed toko, logo platform aplikasi perantara seperti (gojek/grab)

Mengenai ukuran, maksimalin aja ruang yang ada. Misal, Lebar kios kita 3 m, ya buat ukuran spanduk dengan ukuran minimal 3 x 1 m. Makin maksimal spanduknya, makin besar eksposurnya ke konsumen. Konsumen mana yang mau ngelirik spanduk imut dengan tulisan yang kecil dan penuh? mehhh!

Kalau ada budget lebih, manfaatkan lingkungan sekitar. Tanya-tanya, cara pasang spanduk di tempat yang lebih strategis yang banyak dilihat orang. Kalau ada sewanya, ya sewa aja untuk 3 bulan, lalu lihat efeknya. 



3. Nota

Yang namanya usaha, ada yang diperjualbelikan. Sehingga jangan lupa bikin nota khusus untuk pencatatan/bukti transaksi kepada konsumen. Notanya bisa berupa nota kosong yang dijual bebas atau nota khusus yang dipesan. Untuk nota kosong yang dijual bebas, kita bisa menggunakan stempel sebagai identitas toko/brand. 

Berapa ply? Menurut saya sih idealnya 2 ply dan yang carbonized (ga usah pake karbon, langsung tembus ke halaman belakangnya). Halaman asli untuk konsumen, halaman kopi untuk kita. Ukurannya pun beragam, dari mulai 1/8 folio - 1/2 folio. Yang perlu dikonsep adalah apa saja yang perlu dicantumkan di dalam nota tersebut.  



4. Label

Label penting loh untuk branding kita. Bisanya memang label itu termasuk ke dalam komponen kemasan produk. Label bisa berupa sticker, paper belt, atau malah kemasan yang dicetak khusus. 

Kalau mau murah, ya pakai stempel aja. Banyak kok stempel yang bisa dipakai di segala permukaan. 

Apa aja yang harus dicantumkan pada label? Logo brand, nama produk, Jenis produk Dan informasi lainnya yang terkait dengan produk. Misal untuk produk makanan : NETTO, expired date. 



5. Katalog

Katalog? Ga butuh! Eh jangan Salah, kalau kita jualan makanan, apa iya kita cuma jual 1 menu Tanpa varian? Apa iya kita mau terus-terusan menjelaskan produk kita ada banyak blablabla. Nahh, biarkan tugas itu digantiin oleh katalog/menu. 

Karena bentuknya visual, Maka kita bisa menambahkan gambar pendukung sehingga konsumen makin tertarik membelinya. 

Apa saja yang perlu dicantumkan dalam katalog/menu?

Produk beserta variannya Dan tentu aja harganya. Percuma punya katalog kalau ga ada info harga. 



Nah gimana? Udah tercerahkan atau belum? Kalau belum ada, silahkan segera dipenuhi. Semoga laris manis ya. 




No comments:

Post a Comment