Wednesday, July 31, 2019

3 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Produk Skincare

#1 Ikut-ikutan
Di era digital dimana banyak banget beauty blogger, beauty vlogger, selebgram dan kemunculan so-called selebgram yang berkemungkinan memberikan kita testimoni-testimoni terkait sebuah produk. Pada banyak review yang berkaitan dengan sebuah produk, memang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun bukan poin itu yang paling penting, melainkan dimana kita mengikuti pilihan produk mereka begitu saja alias ditelan mentah-mentah tanpa adanya peninjauan lebih jauh tentang banyak faktor. 

Saat tertarik mencoba suatu produk yang direkomendasikan, cek dulu apakah pengguna produk tersebut memiliki kulit yang sama dengan kulit kita, usia, gaya hidup, pola makan dan faktor-faktor lainnya seperti misalnya lingkungan tempat tinggal. Karena iklim dan cuaca juga mempengaruhi apa semua produk skincare akan bekerja secara maksimal di kulit kita atau tidak lho. Contohnya saja kita kan tinggal di negara tropis dengan cuaca yang cenderung lembab, kita nggak bisa asal jiplak referensi skincare beauty influencer yang tinggal dinegara subtropis yang kering dong...

#2 Tetap menggunakan produk yang sama bertahun-tahun, meskipun kondisi kulit kita berubah
Nah ini adalah kesalahan yang paling banyak dilakukan semua orang. Menganggap skincare seperti makanan favorit atau malah soulmate. Bahwa sekali kita cocok menggunakan produk skincare tertentu maka selamanya kita akan bisa menggunakan produk tersebut. Sayangnya anggapan ini salah, karena kondisi kulit kita tentunya akan berubah dengan banyak sebab. Faktor yang paling penting disini adalah usia. Tubuh kita akan sangat terpengaruh terhadap faktor usia, tentu termasuk kulit juga. Coba deh ingat-ingat apa bayi butuh banyak skincare? Berapa lama waktu yang kita habiskan untuk pulih dari sunburn dan kulit belang ketika usai liburan di pantai saat usia sekolah dasar dibandingkan dengan saat ini? Yang paling kelihatan secara kasat mata, garis-garih halus di wajah yang dulu hanya ada di sekitar garis senyum kita saat masih kanak-kanak, bagaimana dengan sekarang?

Kulit kita terus berubah, demikian juga dengan kebutuhannya. Sama seperti kebutuhan kita akan makanan yang berbeda saat bayi, balita, kanak-kanak, remaja, dewasa muda dan sepenuhnya dewasa. Kulit kita mungkin nggak bermasalah saat masih remaja dan dalam range normal, namun sekarang karena polusi, pola makan, stress dan sebagainya mungkin jadi acne prone, atau kulit kombinasi. Nggak bisa dong kita tetap pakai skincare yang diformulasikan untuk kulit normal. Tuh kan, pantas saja jerawat kerasan banget dimuka kita, mungkin sudah waktunya kita ganti skincare nih gaes...

#3 Menganggap bahwa natural atau skin care organic 100% aman untuk semua orang karena tidak terbuat dari bahan-bahan kimia
Pertama-tama nih, segala sesuatu mengandung bahan kimia. Masih ingat nggak pelajaran semasa sekolah menengah? Samar-samar pasti masih inget deh bahwa nama kimia dari air adalah H2O atau dihydrogen oxygen. Apakah air masih dianggap bukan sesuatu yang kimiawi?
Manusia juga sangat erat kaitannya dengan unsur kimia dalam tubuhnya. Dari sini kita tahu ya bahwa aman atau tidaknya suatu produk tidaklah bergantung pada unsur apakah produk tersebut dilihat prosesnya natural ataukan kimiawi. Nggak gitu ya... Aman atau tidaknya sebuah produk memang kemungkinan sudah banyak diujicobakan kepada banyak pengguna. Tapi masih tidak menjamin produk tersebut akan cocok kita pakai atau nggak. 

Sederhananya ya reaksi tubuh manusia pada suatu zat itu bisa beda-beda banget gaes... Ada orang yang alergi pada buah-buahan atau kacang-kacangan, ada juga yang alergi pada produk hewani tertentu seperti susu, telur dan sejenisnya. Semua orang memiliki kondisi tubuh dan kesensitifan yang berbeda. Makanya penting banget untuk melihat kandungan sebuah produk sebelum memilihnya untuk dikenakan sehari-hari.

SkinDewi adalah produk skincare yang diformulasikan untuk mengatasi masalah kulit sensitif dan memiliki kondisi khusus. SkinDewi juga dibuat dari bahan-bahan organik. Berawal dari masalah kulit yang diderita bayinya, Dewi Kauw pendirinya berusaha menemukan produk perawatan kulit yang dapat digunakan untuk kondisi kulit khusus dan dapat diaplikasikan kepada bayi. Keingintahuannya membawa Dewi untuk menempuh pendidikan School of Natural Skincare, Formula Botanica, Essential oils for skin & Perfumery. SkinDewi dibuat dengan semua pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan background Chemical Engineering dan diperkaya oleh semua sekolah yang ditempuh setelahnya. Dewi menemukan passionnya dalam mengembangkan produk yang membantu orang-orang dengan kondisi kulit khusus. Dan yang pasti, salah satu produk lokal yang bagus dan jelas nggak kalah dari brand luar. Kamu sudah coba?

Tuesday, July 23, 2019

7 Pertanyaan Perlu Kamu Ajukan Sebelum Sewa Apartemen Harian

Apartemen adalah hunian ekslusif yang banyak orang memilih untuk tinggal di sana dengan berbagai alasan salah satunya tempat apartemen kebanyak lokasinya strategis seperti misalnya dekat dari bandara, kantor tempat kerja bahkan apartemen kini sudah ada yang memiliki pusat perbelanjaan sendiri dalam satu kompleks, hal inilah yang menarik minat banyak orang untuk tinggal di apartemen.

Jika dulu apartemen hanya bisa kamu sewakan dalam jangka waktu tahunan dan paling sedikit bulanan kini sudah banyak apartemen yang bisa kamu sewakan harian yang tentunya bisa sebagai tempat alternatif untuk beristrahat ketika kamu di luar kota dan sedang liburan. Sewa apartemen harian biasa di tawarkan oleh agen properti apartemen dan juga biasa di tawarkan oleh pemilik sahnya langsung karena tidak di tempati beberapa waktu kedepan. Namun sebelum menyewa apartemen harian, 7 pertanyaan ini wajib kamu ajukan kepada pemilik sah apartemen maupun agen properti apartemen.

Friday, February 8, 2019

Sambal Bawang Mbok Djayus di Kota Malang, Warung Sederhana yang Tidak Pernah Kehilangan Peminat

Yang pernah tinggal menetap atau tinggal sementara di Malang pasti setuju betapa ngangeninnya masakan sederhana di Warung Sambal Bawang Mbok Djayus. Selain rasanya yang pedas gurih, nasinya yang pulen, lauknya yang bebas milih tergantung kondisi keuangan kita saat makan, harganya juga sangat terjangkau. Kalau pas miskin ya belinya pakai lauk bakwan jagung atau tahu tempe saja, kalau rada mendingan ya boleh deh pakai telur, bebek, ayam atau lauk-lauk lain yang lebih mahal.